PENYULUH PERTANIAN KAWAL REMBUG TANI KEGIATAN PENERAPAN TEKNOLOGI CSA SIMURP TAHUN 2023
Gubug---Sebanyak 24 kelompok tani (poktan) inti dan 2 poktan Scalling Up (pengembangan) melakukan rembug tani kegiatan penerapan Teknologi Climate Smart Agriculture (CSA) Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) di kecamatan Gubug, pada (24/02/2023).
SIMURP merupakan modernisasi irigasi strategis dan program rehabilitasi mendesak. Pengelolaannya ada pada lintas empat kementerian dan lembaga yaitu Bappenas, Kementan, Kementerian PUPR dan Kementerian Dalam Negeri Lokasi pelaksanaan proyek SIMURP di Indonesia berada di Daerah Aliran Sungai (DAS). Rembug tani bertujuan untuk menggali permasalahan pada petani, kelompok tani/gapoktan beserta pemecahannya, mengidentifikasi potensi sumber daya alam dan upaya pengembangannya, merumuskan kebutuhan di lapangan serta membuat kesepakatan dari hasil yang di capai.
Pelaksanaan Program SIMURP tersebar dibeberapa daerah, salahsatunya Kabupaten Grobogan dengan lokasi Daerah Irigasi Sungai Tuntang tepatnya di Daerah Irigasi (DI) Glapan Timur.
Dalam mendukung program SIMURP tersebut diatas, Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan diberikan kewenangan untuk melaksanakan kegiatan seperti Dukungan Penerapan Teknologi CSA Padi dengan didampingi oleh Penyuluh.
Kegiatan diawali dengan rembug tani di masing-masing kelompok tani kegiatan CSA SIMURP Tahun 2023. Pada kegiatan tersebut dilakukan sosialisasi dan mengkaji ulang materi dalam paket teknologi CSA. Dalam rembug tani dilakukan musyawarah untuk menentukan rancangan kebutuhan kelompok dalam penerapan teknologi CSA, Lokasi Demplot CSA, Jadwal Tanam sesuai kalender tanam dan paket teknlogi CSA yang akan diterapkan.
Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Gubug Imam Kuncoro menegaskan kembali bahwa CSA merupakan kunci andalan SIMURP sehingga harus betul-betul dipahami oleh seluruh pelaksana SIMURP baik di tingkat kecamatan maupun desa.
Imam menambahkan, program ini merupakan upaya untuk mengendalikan hubungan timbal balik antara sumber daya alam dengan manusia dengan tujuan membina kelestarian ekosistem dan meningkatkan manfaat secara berkelanjutan seperti konsep dasar CSA atau kegiatan pertanian cerdas iklim, pembuatan pupuk organik dan penerapan sarana produksi yang ramah lingkungan. Sehingga kegiatan CSA ini sangat penting untuk mendukung pertanian berkelanjutan agar produktivitas padi semakin meningkat, petani sejahtera dan tidak merusak lingkungan.
Kegiatan CSA bertujuan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas, mengajarkan budidaya pertanian yang tahan terhadap perubahan iklim, mengurangi risiko gagal panen, mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) serta meningkatkan pendapatan petani di khususnya di Daerah Irigasi Proyek SIMURP. “Implementasi CSA juga wajib diterapkan oleh seluruh poktan pelaksana CSA SIMURP”, ujarnya.
Dengan rembug tani ini diharapkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap peserta rembug tani dapat meningkat sehingga dapat menerapkan pertanian cerdas iklim sebagai solusi dari dampak perubahan iklim. Petani dilatih dalam pembuatan pupuk organik, perbanyakan Nitrobacter, pupuk hayati cair, pestisida nabati, uji tanah sawah dengan Perangkat Uji Tanah Sawah, penambahan kapur pertanian (dolomit), indikator pipa pralon, dan lain-lain.
“Sawah jangan dibiarkan tergenang terus, sawah yang bagus itu tergenang kering tergenang kering. Pertanian cerdas iklim solusi terbaik mengatasi permasalahan yang dihadapi petani saat ini”, tegas Imam. (Harmoko-Admin Dispertan)


Comments :