Color

foto

DISPERTAN GROBOGAN SUKSESKAN PERCEPATAN GERNAS EL-NINO

DISPERTAN GROBOGAN SUKSESKAN PERCEPATAN GERNAS EL-NINO

Grobogan---Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Grobogan Sunanto meninjau persiapan pengolahan tanah dalam rangka percepatan tanam padi dalam Gerakan Nasional (Gernas) Penanganan Dampak El Nino di Desa Rowosari Kecamatan Gubug dan Desa Tajemsari Kecamatan Tegowanu, Selasa (12/09/2023).

Sunanto didampingi Kepala Bidang Tanaman Pangan, Christina Setyaningsih, Tim Penanggung Jawab JawaTengah dari Ditjen Hortikultura dan Direktorat Perbenihan Direktorat Jendral Tanaman Pangan., Koordinator PPL, PPL dan pengurus kelompok tani. Saat meninjau persiapan dirinya mendorong agar petugas dan petani harus berkolaborasi agar membantu untuk mensukseskan Gernas Penanganan Dampak El Nino.

Sunanto mengatakan, dalam mengantisipasi pengaruh fenomena El Nino, Dinas Pertanian menyiapkan berbagai langkah antisipasi dini, memitigasi risiko maupun adaptasi kegiatan budi daya terhadap fenomena El Nino serta kolaborasi dengan berbagai pihak.

 “Prediksi BMKG, tahun ini El Nino akan lebih berdampak pada wilayah Pulau Jawa,termasuk Grobogan. Dimana Grobogan dikenal sebagai sentra produksi pangan utamanya padi terbesar di Jawa Tengah. Semoga Gernas El Nino ini berjalan optimal,” tuturnya.

Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah di Indonesia telah memasuki musim kemarau dan puncaknya diprakirakan terjadi pada bulan Agustus, dan September 2023.

Karenanya, ungkap Sunanto, pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi. Mulai dari gerakan percepatan tanam, gerakan pengendalian Organisne Pengganggu Tumbuhan (OPT) sebagai upaya pengendalian hama dan penyakit tanaman, hingga gerakan penanganan dampak perubahan iklim (DPI).

Adapun aksi nyata yang dilakukan adalah dengan kordinasi, pendataan atau pemetaan wilayah, penyediaan sumber pengairan, distribusi benih, distribusi pupuk, gerakan percepatan tanam, gerakan penanganan kekeringan dan gerakan pengendalian OPT, pengawalan asuransi dan pembiayaan KUR petani, panen dan pascapanen serta offtaker-nya.

“Daerah-daerah yang dekat dengan aliran sungai atau sumber air agar didata, untuk kemudian dilakukan langkah percepatan tanam padi, jika ada kesulitan bisa koordinasi dengan dinas sehingga target tanam padi bulan September bisa tercapai,” pungkasnya.

 

Comments :

Login to Comment

Galeri Foto