Color

foto

Bupati Grobogan dan Forkompimda Panen Padi Nusantara 1 (Satu) Juta Hektar

Bupati Grobogan dan Forkompimda Panen Padi Nusantara 1 (Satu) Juta Hektar

Tanggungharjo----Bupati Grobogan Sri Sumarni dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Frokompimda) ikut melaksanakan kegiatan Panen Padi Nusantara 1 (Satu) Juta Hektar, dalam acara Panen Raya Nasional di Lahan Balai Benih Kapung, Tanggungharjo (11/03/2023). Panen Raya Nasional ini dimulai di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah dan dibuka secara langsung oleh Presiden Joko Widodo. Sebanyak 10 provinsi dan 66 daerah (kabupaten/kota) ikut menjadi bagian panen raya nasional.

Bupati dan Forkompimda Grobogan melakukan pemotongan padi dengan menggunakan sabit di areal persawahan Balai Benih Kapung.

Dalam sambutanya, Sri Sumarni, menyampaikan, guna menjaga keberlangsungan produksi, pihaknya berupaya melakukan pendampingan terhadap penggunaan pupuk bersubsidi.

“Kita tahu, bahwa pupuk subsidi itu kuotanya terbatas. Maka dari itu, Pemerintah Kabupaten Grobogan akan mengawal betul-betul distribusi pupuk subsidi agar tepat sasaran,” ujarnya.

Sri menegaskan bahwa Kabupaten Grobogan sebagai lumbung pangan di Jawa Tengah telah memberikan andil yang cukup besar dalam menyediakan pangan bagi masyarakat, untuk itu pembangunan sektor pertanian sangat penting dan terus ditingkatkan. Pemkab juga akan terus mendukung agar ketahanan pangan kita terus terjaga.

“Pada Tahun 2022 berdasarkan data KSA BPS dengan luas panen 136.498 hektar, produksi padi mencapai 785.111 ton. Dari produksi beras sebesar 785 ribu ton dikonversi menjadi beras sebesar 498.545 ton. Dengan kebutuhan konsumsi di Kabupaten Grobogan sebesar 165.000 ton, maka Kabupaten Grobogan surplus beras sebesar 333.545 ton,” jelasnya

Ia menambahkan “”luas panen jagung 136.733 hektar dengan produksi 845.552 ton. Adapun luas panen kedelai 17.660 ha dengan produksi 34.603 ton. Produksi padi, jagung dan kedelai tersebut menduduki peringkat I tingkat Jawa Tengah,” imbuh Orang nomor 1 di Grobogan tersebut.

Sementara itu Kepala Dinas pertanian Kabupaten Grobogan, Sunanto menjelaskan bahwa pada Bulan Maret ini panen padi di Kabupaten Grobogan seluas 9.699 hektar, dengan perkiraan panen 68 ribu ton GKP. Adapun sebaran panen Bulan Maret 2023 meliputi Kedungjati 355 hektar, Karangrayung 690 hektar, Toroh 33 hektar, Geyer 765 hektar, Pulokulon 71 ha, Kradenan 407 hektar, Gabus 110 ha, Ngaringan 235 hektar, Wirosari 836 hektar, Tawangharjo 297 hektar, Purwodadi 124 hektar, Brati 430 hektar, Klambu 155 hektar, Godong 2.611 hektar, Gubug 2.311 hektar, dan Tanggungharjo 854 hektar.

“Pada panen hari ini harga Gabah Kering Panen (GKP) Rp 5.800,- sampai dengan Rp 6.000,- per kg. Sebagian besar gabah panen di Kabupaten Grobogan di beli oleh penebas dan pedagang dari luar Kabupaten khususnya Jawa Barat, hal ini karena Kabupatèn  Kabupatèn Grobogan surplus produksi beras  sekitar 333.545 ton per tahun,” Kata Sunanto.

Harapan petani saat ini sedang berbahagia karena sedang memasuki musim panen raya padi. “Namun demikian perlu adanya percepatan tanam kembali sehabis panen ini, untuk mengejar ketersediaan air, yang saat ini masih terjadi hujan. Karena diprediksi tahun ini akan masuk kemarau yang panjang bila dibandingkan dengan kondisi tahun lalu,” pungkasnya. (Harmoko-Admin Dispertan)

 

 

 

Comments :

Login to Comment

Galeri Foto